Sebutir pasir
26 Jan 2011 Leave a Comment
Dikisahkan seorang pendaki gunung yang sangat terkenal karena kemampuannya menaklukkan hampir semua gunung tertinggi di berbagai negara. Pendaki itu terkenal dengan keberaniannya mengambil rute pendakian yang sulit dan menantang, fisik yang prima, kesiagaan stamina serta mentalitas yang kuat dalam menghadapi segala macam risiko.
Suatu ketika dalam konfrensi pers, seorang wartawan bertanya, “Anda terkenal dengan keberanian dan kehebatan Anda menghadapi marabahaya dan berhasil mengatasinya dengan selamat hingga ke puncak gunung dan kembali lagi. Yang ingin kami tahu, apakah Anda benar-benar tidak mengenal rasa takut? “
Sunyi sejenak. Kemudian Si Pendaki menjawab, “Di setiap pendakian ada banyak hal yang saya hadapi, berbagai binatang buas, semak belukar, semak berduri, bebatuan, jurang, dan bukit yang curam. Semua itu bukan hal yang menakutkan buat saya.”
Ia melanjutkan, “Namun sejujurnya, ada satu hal yang benar-benar membuat saya takut.” Semua menunggu jawaban dari si Pendaki, suasana mendadak menjadi sepi. Dengan lugu ia menjawab pelan, “Saya takut pasir.”
Semua pendengar terhenyak. Mereka berpikir, bagaimana mungkin seorang gagah berani takut akan sebutir pasir yang begitu kecil? Si pendaki melanjutkan, “Pernah satu waktu saat saya mendaki, sebutir pasir masuk ke kuku kaki saya, bersarang di dalamnya dan membuatnya bengkak. Jari kaki saya nyaris diamputasi, sebab pasir itu menimbulkan infeksi dan membuat kaki saya luka dan membusuk.
Pasir sekecil itu membuat saya hampir kehilangan kebahagiaan hidup saya, yaitu mendaki.” Cerita ini menginspirasi banyak orang. Seperti pepatah mengatakan, manusia tidak jatuh karena gunung yang tinggi, tetapi manusia jatuh karena kerikil yang kecil.
dari: BaliPost, 23 januari 2011 hal. 4